BAB
1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kalimat
merupakan hal sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kalimat sering
digunakan dalam berdialog baik itu dalam forum resmi atau dalam kehidupan
sehari-hari. Kalimat yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari
merupakan kalimat yang tidak efektif, masih banyak kalimat yang salah, namun
tetap masih digunakan. Oleh sebab itu kita harus mempelajari hal-hak mengenai
kalimat untuk melancarkan berbahasa.
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian
Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa
kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang
lengkap.
1.1
Unsur-unsur kalimat
1. Subjek
Subjek adalah unsur pokok yang
terdapat pada sebuah kalimat di samping unsur predikat.
Ciri-ciri subjek adalah :
·
Jawaban atas Pertanyaan Apa atau Siapa
Contoh : laki-laki yang dirumah
saya itu ayah saya
Penentuan subjek dapat dilakukan
dengan mencari jawaban atas pertanyaan apa atau siapa yang
dinyatakan dalam suatu kalimat. Untuk subjek kalimat yang berupa manusia,
biasanya digunakan kata tanya siapa.
·
Disertai Kata Itu
Umumnya subjek dalam bahasa
Indonesia bersifat takrif (definite). Untuk menyatakan takrif, biasanya
digunakan kata itu. Subjek yang sudah takrif misalnya nama orang, nama
negara, instansi, atau nama diri lain dan juga pronomina tidak disertai kata itu.
Contoh : Ani lahir di Banda Aceh
·
Didahului Kata Bahwa
Di dalam kalimat pasif kata bahwa
merupakan penanda bahwa unsur yang menyertainya adalah anak kalimat pengisi
fungsi subjek. Di samping itu, kata bahwa juga merupakan penanda subjek
yang berupa anak kalimat pada kalimat yang menggunakan kata adalah atau ialah.
Contoh : bahwa masalah itu sudah
dibayangkan sebelumnya.
·
Mempunyai Keterangan Pewatas Yang
Kata yang
menjadi subjek suatu kalimat dapat diberi keterangan lebih lanjut dengan
menggunakan penghubung yang. Keterangan ini dinamakan keterangan
pewatas.
Contoh
: Mahasiswa yang kehilangan orang tuanya pada saat gempa dan Tsunami 26
Desember 2004 mendapat pembebasan SPP sampai selesai studinya.
·
Tidak Didahului Preposisi
Subjek tidak
didahului preposisi ( kata depan ), seperti dari, dalam, di,
ke, kepada, dan pada. Orang sering memulai kalimat dengan
menggunakan kata-kata seperti itu sehingga menyebabkan kalimat-kalimat yang
dihasilkan tidak bersubjek.
Contoh
: Dari sikap dan bicaranya
membuktikan bahwa perempuan itu memang pintar
Seharusnya :
Sikap
dan bicaranya membuktikan bahwa perempuan itu memang pintar.
·
Berupa Nomina atau Frasa Nominal
Subjek kebanyakan berupa nomina atau
frasa nominal. Di samping nomina, subjek dapat berupa verba atau adjektiva,
biasanya, disertai kata penunjuk itu.
2. Predikat
Predikat juga merupakan unsur utama
suatu kalimat di samping subjek. Ciri-ciri predikat secara lebih terperinci
adalah sebagai berikut.
·
Jawaban atas pertanyaan mengapa atau bagaimana
Dilihat dari
segi makna, bagian kalimat yang memberikan informasi atas pertanyaan mengapa
atau bagaimana adalah predikat kalimat.
Contoh : kota
itu porak-poranda
Contoh di atas
merupakan jawaban atas pertanyaan bagaimana kota itu.
·
Kata adalah atau ialah
Predikat kalimat
dapat berupa kata adalah atau ialah. Predikat ini terutama
digunakan jika subjek kalimat berupa unsur yang panjang sehingga batas antara
subjek dan pelengkap tidak jelas.
Contoh
: jumlah pelamar S1 yang akan diterima sebagai calon pegawai negeri di
lingkungan Departemen Keuangan pada tahun 2012 adalah seratus orang.
·
Dapat Diingkarkan
Predikat dalam
bahasa Indonesia mempunyai bentuk pengingkaran yang diwujudkan oleh kata tidak.
Bentuk pengingkaran tidak ini digunakan untuk predikat yang berupa verba
atau adjektiva. Di samping tidak sebagai penanda predikat, kata bukan
juga merupakan penanda predikat yang berupa nomina atau predikat kata merupakan.
·
Dapat Disertai kata-kata aspek atau modalitas
Predikat kalimat
yang berupa verba atau adjektiva dapat disertai kata-kata aspek seperti telah,
sudah, sedang, belum, dan akan. Kata-kata itu
terletak di depan verba atau adjektiva. Kalimat yang subjeknya berupa nomina
bernyawa dapat juga disertai modalitas, kata-kata yang menyatakan sikap
pembicara (subjek), seperti ingin, hendak, dan mau.
Unsur Pengisi Predikat
Predikat suatu kalimat dapat berupa:
1.
Kata,
misalnya verba, adjektiva, atau nomina.
2. Frasa, misalnya frasa verbal, frasa
adjektival, frasa nominal, frasa numeralia (bilangan).
3 Objek
Unsur kalimat ketiga adalah objek.
Objek adalah suatu kata benda. Objek
merupakan unsur kalimat yang kehadirannya bersifat wajib ( tidap dapat
dihilangkan ) dan dapat menjadi subjek di dalam kalimat pasif.
Ciri-ciri obejk adalah sebagai
berikut :
·
Langsung
di Belakang Predikat
Objek hanya memiliki tempat di
belakang predikat, tidak pernah mendahului predikat.
Contoh :
Gelombang Tsunami menyebabkan
kematian
S P O
·
Dapat
menjadi subjek kalimat pasif
Objek yang hanya terdapat dalam
kalimat aktif dapat menjadi subjek dalam kalimat pasif. Perubahan dari aktif ke
pasif ditandai dengan perubahan unsur objek dalam kalimat aktif menjadi subjek
dalam kalimat pasif yang disertai dengan perubahan bentuk verba predikatnya.
Contoh:
ü Saya sudah mengatakan bahwa berbahasa Indonesia dengan baik dan benar
itu tidak mudah. ( kalimat pasif )
ü Bahwa
berbahasa Indonesia dengan baik dan benar itu tidak mudah sudah saya katakana. ( kalimat pasif )
·
Tidak
Didahului Preposisi
Objek yang selalu menempati posisi
di belakang predikat tidak didahului preposisi. Dengan kata lain, di antara
predikat dan objek tidak dapat disisipkan preposisi.
Contoh ;
Rastanti menulis sajak, cerpen, dan
novel.
·
Didahului
Kata Bahwa
Anak kalimat pengganti nomina
ditandai oleh kata bahwa dan anak kalimat ini dapat menjadi unsur objek
dalam kalimat transitif.
4. Pelengkap
Pelengkap dan objek memiliki
kesamaan. Kesamaan itu ialah kedua unsur kalimat ini.
1. Bersifat wajib ada karena melengkapi
makna verba predikat kalimat.
2. Menempati posisi di belakang
predikat.
3. Tidak didahului preposisi.
Perbedaannya
terletak pada kalimat pasif. Pelengkap tidak menjadi subjek dalam kalimat
pasif. Jika terdapat objek dan pelengkap dalam kalimat aktif, objeklah yang
menjadi subjek kalimat pasif, bukan pelengkap. Berikut ciri-ciri pelengkap.
·
Di
Belakang Predikat
Ciri ini sama dengan objek.
Perbedaannya, objek langsung di belakang predikat, sedangkan pelengkap masih
dapat disisipi unsur lain, yaitu objek. Contohnya terdapat pada kalimat
berikut.
a) Diah mengirimi saya buku
baru.
b) Mereka membelikan
ayahnya sepeda baru.
Unsur kalimat buku baru, sepeda
baru di atas berfungsi sebagai pelengkap dan tidak mendahului
predikat.
·
Tidak
Didahului Preposisi
Seperti objek, pelengkap tidak
didahului preposisi. Unsur kalimat yang didahului preposisi disebut keterangan.
5. Keterangan
Keterangan merupakan unsur kalimat
yang memberikan informasi lebih lanjut tentang suatu yang dinyatakan dalam
kalimat; misalnya, memberi informasi tentang tempat, waktu, cara, sebab, dan
tujuan. Keterangan ini dapat berupa kata, frasa, atau anak kalimat. Keterangan
yang berupa frasa ditandai oleh preposisi, seperti di, ke, dari,
dalam, pada, kepada, terhadap, tentang, oleh,
dan untuk. Keterangan yang berupa anak kalimat ditandai dengan kata
penghubung, seperti ketika, karena, meskipun, supaya,
jika, dan sehingga. Berikut ini beberapa ciri unsur keterangan.
·
Bukan
unsur utama
Berbeda dari subjek, predikat,
objek, dan pelengkap, keterangan merupakan unsur tambahan yang kehadirannya
dalam struktur dasar kebanyakan tidak bersifat wajib.
·
Tidak
terikat posisi
Di dalam kalimat, keterangan
merupakan unsur kalimat yang memiliki kebebasan tempat. Keterangan dapat
menempati posisi di awal atau akhir kalimat, atau di antara subjek dan
predikat.
·
Jenis
keterangan
Keterangan dibedakan berdasarkan
perannya di dalam kalimat.
1.
Keterangan Waktu
Keterangan waktu dapat berupa kata,
frasa, atau anak kalimat. Keterangan yang berupa kata adalah kata-kata yang
menyatakan waktu, seperti kemarin, besok, sekarang, kini,
lusa, siang, dan malam. Keterangan waktu yang berupa frasa
merupakan untaian kata yang menyatakan waktu, seperti kemarin pagi, hari
Senin, 7 Mei, dan minggu depan. Keterangan waktu yang berupa
anak kalimat ditandai oleh konjungtor yang menyatakan waktu, seperti setelah,
sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan ketika.
2.
Keterangan Tempat
Keterangan tempat berupa frasa yang
menyatakan tempat yang ditandai oleh preposisi, seperti di, pada, dan dalam.
3.Keterangan
Cara
Keterangan cara dapat berupa kata
ulang, frasa, atau anak kalimat yang menyatakan cara. Keterangan cara yang
berupa kata ulang merupakan perulangan adjektiva. Keterangan cara yang berupa
frasa ditandai oleh kata dengan atau secara. Terakhir,
keterangan cara yang berupa anak kalimat ditandai oleh kata dengan dan dalam.
4.
Keterangan Sebab
Keterangan sebab berupa frasa atau
anak kalimat. Keterangan sebab yang berupa frasa ditandai oleh kata karena atau
lantaran yang diikuti oleh nomina atau frasa nomina. Keterangan sebab yang
berupa anak kalimat ditandai oleh konjungtor karena atau lantaran.
5.
Keterangan Tujuan
Keterangan ini berupa frasa atau
anak kalimat. Keterangan tujuan yang berupa frasa ditandai oleh kata untuk
atau demi, sedangkan keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai
oleh konjungtor supaya, agar, atau untuk.
6.
Keterangan Aposisi
Keterangan aposisi memberi
penjelasan nomina, misalnya, subjek atau objek. Jika ditulis, keterangan ini
diapit tanda koma, tanda pisah (–), atau tanda kurang.
Contoh.
Dosen saya, Bu Iba Harliyana,
terpilih sebagai dosen teladan.
7.
Keterangan Tambahan
Keterangan tambahan memberi
penjelasan nomina (subjek ataupun objek), tetapi berbeda dari keterangan
aposisi. Keterangan aposisi dapat menggantikan unsur yang diterangkan, sedangkan
keterangan tambahan tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan.
Contoh :
Siswanto, mahasiswa tingkat
lima, mendapat beasiswa.
Keterangan tambahan (tercetak
miring) itu tidak dapat menggantikan unsur yang diterangkan yaitu kata Siswanto.
8.
Keterangan Pewatas
Keterangan pewatas memberikan
pembatas nomina, misalnya, subjek, predikat, objek, keterangan, atau pelengkap.
Jika keterangan tambahan dapat ditiadakan, keterangan pewatas tidak dapat
ditiadakan.
Contoh :
Mahasiswa yang mempunyai IP tiga
lebih mendapat beasiswa.
2.
Kalimat
Tunggal
Kalimat tunggal
adalah suatu jenis kalimat yang hanya terdiri atas satu inti kalimat atas satu
pola dasar.
2.1 Unsur – unsur kalimat tunggal
Unsur kalimat tunggal adalah inti
suatu kalimat. Inti suatu kalimat dibentuk oleh subjek dan predikat ( S-P ).
Adapula yang lebih lengkap lagi, yaitu terdiri dari subjek, predikat, objek dan
atau pelengkap.
Contoh :
1. Dia
akan pergi
S P
2. Anto
membaca buku
S P O
3. Adik
bernyanyi lagu syukur
S P Pel
2.2
Jenis-jenis kalimat tunggal
a. Kalimat
Nominal
Kalimat Nominal adalah kalimat yang
predikatnya berupa kata benda.
b. Kalimat
verbal
Kalimat Verbal adalah kalimat yang
predikatnya berupa kata kerja.
c. Kalimat
adjektiva
Kalimat adjektiva adalah kalimat
yang predikatnya berupa kata sifat.
2.3
Perluasan kalimat tunggal
Kalimat tunggal dapat diperluas
dengan cara :
i.
Menambahkan unsur baru di samping unsur
yang telah ada, yaitu keterangan.
Contoh :
Adi makan jam enam pagi. ( ket
waktu )
S P K
Adi makan di dapur. ( ket tempat )
S P K
ii.
Memperluas unsur-unsur yang telah ada
Contoh :
Anak yang berbaju biru itu memakan
apel. ( perluasan subjek)
S P O
Anak itu memakan apel dari kebun
ayahnya ( perluasan objek)
S P O
3.
Kalimat
Majemuk
Kalimat majemuk adalah penggabungan dua
kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat yang baru mengandung dua pola
dasar atau lebih.
3.1
Jenis-jenis kalimat majemuk
Kalimat majemuk ada 3 macam, yaitu:
1. Kalimat majemuk setara
Kalimat majemuk setara adalah
kalimat majemuk yang hubungan antara unsur-unsurnya memiliki kedudukan setara
atau sederajat. Ungkapan penghubung (konjungsi) penanda kesetaraan yang
digunakan adalah lalu, lantas, kemudian,
atau, dan, melainkan, sedangkan dan
tetapi.
Contoh:
a. Saya
akan datang ke rumahmu sekarang atau nanti
malam.
b. Dia
sangat baik hati dan suka menolong.
2. Kalimat majemuk bertingkat
Kalimat
majemuk bertingkat adalah satu jenis kalimat majemuk yang unsur-unsurnya
memiliki kedudukan tidak setara . kalimat majemuk bertingkat terdiri atas induk
kalimat dan anak kalimat. Ungkapan penghubung yang digunakan adalah seperti jika, kalau, karena, ketika, dan meskipun.
Contoh:
·
Meskipun telah mendapat peringatan keras
dari Allah, masyarakat Aceh, tetap tidak insaf.
·
Nenek
membaca majalah ketika kakek pergi ke
pasar.
3.Kalimat majemuk campuran
Kalimat mejemuk campuran adalah
kalimat majemk yang terdiri dari atas tiga klassa atau lebih. Kalimat yang hubungan antara pola-pola
kalimat itu ada yang sederajat dan ada yang bertingkat. Ungkapan yang digunakan
adalah karena, dan, dan meskipun.
Contoh:
Saya sangat mengagumi
kemandiriannya, dan kekaguman saya
bertambah karena ia mampu mengatasi
segala kesulitannya.
4.
Kalimat efektif
Kalimat efektif
adalah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh
pembaca secara tepat.
Ciri
– ciri kalimat efektif :
1. Kesepadanan struktur bahasa
Kesepadanan
adalah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
·
Kesepadanan
kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang
baik.
·
Kesatuan
menunjukkan bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
·
Satu
ide pokok tidak diartikan satu ide tunggal, tetapi ide yang dikembangkan ke
dalam beberapa ide penjelas.
Beberapa
Ciri Kesepadanan
·
Mempunyai struktur jelas.
·
Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan
dengan tidak menggunakan kata depan: di,
dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya
yang ditempatkan di depan subjek.
·
Tidak terdapat subjek ganda.
·
Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang.
Contoh-contoh
Kesepadanan
·
Kepada setiap pengendara mobil di Banda Aceh
harus memiliki surat izin mengemudi = subyeknya tidak jelas.
·
Tentang kelangkaan pupuk mendapat keterangan
para petani. unsur S-P-O tidak berkaitan
erat
Seharusnya :
·
Setiap pengendara mobil di Banda Aceh harus
memiliki surat izin mengemudi.
·
Para petani mendapat keterangan tentang
kelangkaan pupuk.
2.
Keparalelan atau kesejajaran
bentuk
·
Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah
terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan
frasa yang dipakai di dalam kalimat.
·
Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk
kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
·
Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk
lain.
Contoh-contoh
Keparalelan:
1. Tahap
terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu,
pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
2. Harga
minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar
3.
Ketegasan atau penekanan kata
·
Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu
dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
·
Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat:
1. Meletakkan
kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
2. Melakukan
pengulangan (repetisi)
3. Melakukan
pengontrasan kata kunci
4.
Menggunakan partikel penegas
Penekanan Kata :
1.
Menempatkan kata yang ditonjolkan di awal kalimat.
·
Sumitro menjelaskan bahwa
manusia mempunyai kecenderungan tidak puas.
·
Persoalan itu dapat
diselesaikan dengan mudah.
2. Repetisi
·
Saudara-saudara, kita tidak
suka dibohongi, kita tidak suka ditipu, kita
tidak suka dibodohi
·
Pembangunan dilihat sebagai proses yang rumit
dan mempunyai banyak dimensi, tidak hanya berdimensi ekonomi
tapi juga dimensi politik, dimensi sosial,
dan dimensi budaya
3.
Pengontrasan kata kunci
·
Informasi ini tidak bersifat sementara,
tetapi bersifat tetap.
·
Peserta kegiatan ini adalah laki-laki,
bukan perempuan.
4. Partikel
Penegas
·
Andalah yang bertanggung
jawab menyelesaikan masalah itu
·
Meskipun hujan turun, Ia
tetap bersemangat berangkat ke sekolah
4. Kehematan
kata
Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian
kata yang tidak perlu jadi kata menjadi padat berisi.
Kehematan kata dapat dilakukan dengan cara:
·
Menghilangkan pengulangan subyek
·
Menghindarkan pemakaian superordinat pada
hiponimi kata
·
Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
·
Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang
sudah jamak
1. Contoh Menghilangkan pengulangan
subyek
·
Karena ia tak diundang, dia
tidak datang ke tempat itu.
Seharusnya
kata ia dihilangkan
2. Contoh Menghindarkan pemakaian
superordinate pada hiponimi kata
·
Mira
adalah gadis yang memakai bajuwarna
merah
Seharusnya kata warna dihilangkan
3. Contoh Menghindarkan kesinoniman
dalam satu kalimat
·
Jangan
naik ke atas karena licin.
Seharusnya kata ke atas dihilangkan
5.Kesatuan gagasan
Kesatuan
gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
Contoh
:
Berdasarkan
agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai
baru.
6.Kelogisan
Kelogisan adalah
terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
Contoh :
Karena lama
tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
5.Analisis Kesalahan Kalimat
Kesalahan kalimat cermin pikiran kacau. Dalam kenyataan
berbahasa Indonesia sehari-hari, baik lisan maupun tulis, kita sering terkendala
dalam memahami gagasan atau pemikiranyang disampaikan oleh pembicara atau
penulis.kesulitan tersebut akibat dari ketidak mampuan pembicara atau penulis
BAB
IV. PENUTUP
1. Kesimpulan
·
Kalimat
merupakan kata atau frasa yang mengungkapkan gagagsan secara utuh.
·
Unsur
kalimat terdiri dari subjek, predikat, objek, pelengkap, dan predikat
·
Kalimat
tunggal adalah suatu jenis kalimat yang hanya terdiri
atas satu inti kalimat atas satu pola dasar.
·
Kalimat
majemuk adalah penggabungan dua kalimat tunggal atau lebih, sehingga kalimat
yang baru mengandung dua pola dasar atau lebih.
·
Kalimat
majemuk ada tiga, yaitu kalimat majemuk setara, kalimat majemuk bertingkat, dan
kalimat majemuk campuran.
·
Kalimat efektif adalah kalimat yang
benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara
tepat.
·
Ciri-ciri kalimat efektif adalah
mempunyai kesepadanan struktur bahasa, keparalelan dan kesejajaran bentuk,
ketegasan dan penekanan kata, kehematan kata, kesatuan gagasan, dan kelogisan.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Azwardi.
2008. Menulis Ilmiah. Banda Aceh.
2.
Sunarti
& Maryani Yani. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP. Pustaka
Ceria
3. Santoso
Gunawan Budi (dkk). Terampil Berbahasa
Indonesia 2 ( online )., diakses April 2010
6
joya shoes 901p3xsfis895 joya sko,joya sko,joya skor,Cipő joya,zapatos joya,joya schoenen verkooppunten,Scarpe joya,chaussures joya,joya schuhe wien,joya schuhe joya shoes 855m7qvbuy781
BalasHapus